Mimpi Buruk Kami
Karya. : Razan Zada Zakauhannugha Kelas. : 9A No. Absen: 25 Bab 1 Initium Omnium Tenebrarum Sinar mentari pagi menyusup dari balik gedung-gedung rendah Kota Viendra, memantulkan cahaya ke jendela kecil apartemen Ryan von Reictard. Sinar keemasan itu jatuh tepat di wajahnya, membuat remaja itu terbangun dengan sebuah helaan napas panjang. Ia mengusap rambutnya yang kusut, lalu bangkit dan membuka jendela. Udara pagi yang dingin menyusup masuk, membawa aroma roti panggang dari toko tua di lantai dasar serta suara burung-burung kecil yang bertengger di kabel listrik. Pagi itu berjalan seperti biasa. Langit cerah, jalanan mulai ramai, dan orang-orang berangkat dengan tujuan masing-masing. Ryan tidak tahu apa yang salah; ia hanya tahu ada yang tidak beres. Bukan suara. Bukan pemandangan. Lebih seperti suasana yang menempel di udara. Seolah-olah seluruh kota sedang menahan napas. Ia melihat HP satu-satunya peninggalan ayahnya dan membayang...
Komentar